iedath-smile Selamat Datang di Blog iedath-smile yuk kita berbagi informasi baik tips atau trik semoga bermanfaat untuk kita semua Terima Kasih Sudah mengunjungi iedath-smile Manfaat Magnet untuk Kesehatan ~ Yuk kita berbagi bersama

Jumat, 20 Juli 2012

Manfaat Magnet untuk Kesehatan

Manfaat magnet tidak hanya digunakan untuk industri manufaktur dan kompas saja. Para ilmuwan telah bertahun-tahun meneliti sifat magnet untuk penyembuhan. Banyak produk kesehatan saat ini yang menggunakan magnet sebagai alat penyembuhan. Sampai sekarang banyak sekali manfaat dari magnet yang belum terungkap. Menurut Daily Record, Senin (2011/11/14), beberapa contoh sifat magnet sudah terbukti manfaatnya yaitu :

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Scanner pencitraan resonansi magnetik (MRI) di rumah sakit adalah penggunaan paling umum dari magnet untuk kesehatan. MRI menggunakan medan magnet untuk membuat gambar rinci dan memungkinkan tampilan ketinggian yang berbeda jika dokter ingin tahu lebih jelasnya.

Mengobati Epilepsi

Penggunaan magnet dalam dunia perawatan kesehatan dapat meringankan gejala epilepsi kronis. Dalam penelitian yang dilakukan di Jerman menemukan bahwa magnet dengan frekuensi rendah dapat mengurangi atau membatasi kejang dan efektif untuk pasien yang tidak bisa tahan terhadap pengobatan biasa.

Cara untuk mengarahkan gelombang magnetik untuk otak adalah dengan cara kumparan magnet ditempatkan ke sisi kepala. Hasil penelitian yang diklaim oleh peneliti bahwa mayoritas peserta studi dengan kejang-kejang dikurangi setengahnya oleh enam sampai delapan minggu adalah waktu yang diperlukan oleh perlakuan magnetik untuk bertahan hidup.

Mengobati Rheumatoid

Peninsula Medical School melakukan penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal pada 2004, peneliti menemukan bahwa magnet dapat meringankan nyeri akibat radang sendi di lutut dan pinggul. Namun para peneliti juga mengakui bahwa hasil ini bisa disebabkan oleh efek plasebo.

Mengobati Alzheimer

Kehadiran penelitian Italia yang mengungkapkan bahwa pengobatan magnet dapat membantu meningkatkan aktivitas otak kortikal dan membantu pasien memahami dunia di sekitarnya lebih baik. Journal of Neurology, Neurosurgery dan Psikiatri menemukan bahwa stimulasi magnetik berulang dapat bermanfaat bagi pasien dengan penyakit saraf seperti Alzheimer.

Meringankan Depresi

Pengakuan pasien depresi yang menerima stimulasi magnetik lebih santai daripada jika tidak menerima pengobatan tersebut. Hasil survei terhadap 190 pasien penderita depresi yang dilakukan oleh tim dari Universitas Kedokteran Carolina Selatan. Setengah dari pasien mendapatkan pengobatan magnetik. Ternyata hasil yang dicapai oleh 14 persen pasien dirawat gejala depresi menjadi lebih ringan. Tapi untuk kelompok plasebo, hanya 5 persen yang merasa perbaikan.

Membantu Bedah Jantung

Partikel magnetik sekarang ini banyak digunakan untuk membantu operasi jantung. Untuk membantu memperbaiki hati yang rusak, para ilmuwan menggunakan partikel magnetik kecil yang menempel pada sel batang. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American College of Cardiology menemukan bahwa teknik ini efektif pada tikus dan untuk kemudian diuji pada manusia. Partikel magnetik membimbing sel untuk daerah target sehingga efektivitas sel induk meningkat lima kali.

Soerang peneliti yang bernama Dr Mark Lithgow, menyatakan bahwa “serangan jantung dan cedera pembuluh darah lainnya dapat diobati dengan menggunakan suntikan sel-sel tubuh magnetik itu. Teknologi ini dapat disesuaikan untuk melokalisasi sel di organ lain dan menjadi alat yang berguna untuk semua jenis sel terapi”. Profesor Peter Weisberg, direktur medis dari The British Heart Foundation menyatakan “penelitian menunjukkan bahwa Nano Magnet dapat digunakan untuk membantu sel induk terapi menjangkau daerah-daerah tertentu di tubuh, terutama di pembuluh darah dimana darah mengalir lebih cepat dengan tekanan tinggi”.

Mengurangi Pembengkakan

Hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Virginia membuktikan bahwa magnet dapat mengurangi pembengkakan. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan itu menemukan bahwa dengan menggunakan magnet statis dapat mengurangi pembengkakan kaki belakang tikus hingga 50 persen. Teorinya adalah bahwa daerah yang terkena kalsium dalam sel otot, menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Dengan mengekspos magnet, dilatasi dapat dikurangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost